kauni

You are here: Beranda arrow Blog arrow Kunjungan Ke Desa Wisata
Kunjungan Ke Desa Wisata

Tim Hibah Sumber Daya Iptek Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman menggelar Lokakarya Tata Kelola dan Kelembagaan SD-IPTEK Desa Wisata, Sabtu (29/08) yang bertempatkan di Joglo Tanjung, Desa Wisata Tanjung, Sleman. Desa wisata Tanjung dipilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini karena merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Sleman yang berada di Padukuhan Tanjung Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik. Lingkungan pemukiman yang bersih dan penduduknya yang ramah serta persawahan dengan aliran air yang jernih merupakan suasana pedesaan yang dapat membawa ke suasana yang menyejukkan wisatawan.

ImageDesa wisata ini menarik bagi wisatawan karena di Padukuhan Tanjung terdapat Rumah Joglo, rumah tradisional Jawa, yang lengkap dan terawat meskipun umurnya sudah lebih dari 200 tahun. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Drs. Dwi Supriyanto, MS., dalam lokakarya tersebut mengungkapkan bahwa kebudayaan dapat dieksplor menjadi lebih baik. Desa wisata Tanjung, menurutnya secara bertahap akan dikembangkan dari aspek promosi seperti IPTEK dan pembangunan homestay. “Pengembangan desa wisata ini bisa diikuti oleh desa yang lain tidak hanya terpaku pada desa wisata saja,” Dwi Supriyanto menjelaskan.

Lokakarya yang diikuti oleh  perwakilan tiga Desa Wisata dan dibuka oleh Wakil Rektor III, Ir. Sutarno, M.Sc. Menurut Wakil Rektor III, desa wisata perlu digali budaya lokalnya yang terkait dengan desa wisata, kemudian mencari kelemahan dan kelebihan desa wisata lain sebagai referensi untuk mengembangkan desa wisata yang ada. Diharapkannya lokakarya di desa wisata ini mendapatkan arahan yang bermanfaat untuk desa Wisata Tanjung.

“Sesuatu yang indah itu belum tentu baik, sehingga yang berkaitan dengan IPTEK belum tentu bisa dikatakan baik untuk pengembangan IPTEK. Yang menentukan itu bukan sesuatu yang modern tetapi klasikal, mencari budaya lokal untuk dikembangkan” ungkap Wakil Rektor. Ia juga menekankan perlunya perhatian lebih bahwa IPTEK tidak berati mesin, tetapi suatu tata kerja manusia. Untuk itu, lokakarya ini dilakukan terkait dengan tata kerja dan manajemen yang efektif, sehingga menghasilkan sistem yang komprehensif tetapi efisien, mudah dipahami dan dilaksanakan oleh pengelola maupun pengunjung. Melalui lokakarya ini, juga diharapkan agar Desa Wisata Tanjung memberikan kontribusi untuk Kabupaten Sleman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang diisi oleh tiga pemateri dari UII, Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata Sleman dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Hartanto dari Forkom menyampaikan tentang peranan Forkom dalam pengelolaan wisata desa. Menurutnya, Forkom dibentuk untuk menyatukan desa-desa wisata yang ada, merupakan sarana untuk koordinasi dan tukar informasi melalui pertemuan tiga bulan sekali. Didalamnya terbagi beberapa kategori desa wisata, diataranya desa wisata budaya, desa wisata pertanian, desa wisata kerajinan, dan desa wisata fauna.

ImageWakil dari desa wisata Tanjung, Kelik, menyampaikan materi terkait Model Pengelolaan Wisata Desa Tanjung. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai potensi yang ada di desa wisata Tanjung, diantaranya potensi fisik, sosial budaya, pengelolaan, wisatawan, dan teknik pemasaran melalui blog maupun media sosial (Facebook).

Terakhir Budi Agus Riswandi, menyampaikan materi tentang kelembagaan dan tatakelola SD-IPTEK terkait dengan desa wisata. Tujuan dari lembaga SD IPTEK-UII sendiri antara lain menciptakan iklim kreativitas dan inovasi dalam hal SD IPTEKS di lingkungan UII, menyediakan informasi SD IPTEKS di lingkungan UII, memfasilitasi hubungan sinergis antara SD IPTEKS UII dengan industri, masyarakat dan alumni, dan mewujudkan pengembangan jaringan UII SD IPTEK ini secara khusus akan memberikan bagaimana cara pengelolaan desa wisata  terkait dengan IPTEK yang ada.